Tim Mahasiswa ITB Kembangkan Strategi Pemanfaatan Geothermal Brine Bernilai Tambah, Raih Juara 1 Internasional
Oleh Chysara Rabani - Teknik Pertambangan, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Tipex mengembangkan strategi pemanfaatan fluida sisa panas bumi atau geothermal brine menjadi sumber daya bernilai tambah. Melalui strategi tersebut, fluida yang selama ini kerap dipandang hanya sebagai produk sampingan pembangkit listrik panas bumi diusulkan untuk dimanfaatkan melalui ekstraksi mineral bernilai tinggi, pengembangan ekosistem bisnis, dan penerapan sistem digital.
Gagasan tersebut dirancang untuk menjawab belum optimalnya pemanfaatan potensi panas bumi Indonesia. Dengan mengolah geothermal brine melalui skema pemanfaatan berjenjang, Tim Tipex menawarkan peluang penciptaan berbagai sumber nilai sekaligus meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional di sektor energi panas bumi.
Strategi ini berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku industri energi, pengelola sumber daya, dan investor melalui model bisnis yang lebih layak secara ekonomi serta realistis untuk diterapkan. Pemanfaatan sumber daya panas bumi secara lebih menyeluruh penting bagi publik karena dapat mendukung efisiensi sumber daya, penciptaan nilai tambah, dan pengembangan sektor energi yang lebih berkelanjutan.
Tim Tipex beranggotakan tiga mahasiswa ITB angkatan 2024, yakni Adelia Rifani dan Alexander Ryan Timothy dari Program Studi Teknik Pertambangan serta Muhammad Faris Daffa dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi. Inovasi tersebut membawa mereka meraih Juara 1 dalam International Business Case Competition Wildcat AAPG ITB 2026 yang diselenggarakan di Bandung, Sabtu (20/6/2026).
Wildcat AAPG ITB 2026 merupakan kompetisi internasional bertema geosains perminyakan sekaligus platform keterlibatan industri. Diinisiasi oleh AAPG ITB, ajang yang diikuti mahasiswa sarjana dari berbagai negara tersebut bertujuan menjembatani pembelajaran akademis dengan praktik profesional, khususnya di sektor minyak dan gas.
G.E.O Strategy: Memaksimalkan Potensi Geothermal Brine
Dalam menjawab studi kasus yang diberikan, Tim Tipex membawakan karya bertajuk “G.E.O Strategy: Transforming Geothermal Brines into Multistream Value Through Cascading Utilization, Bankable Ecosystem, and Digital Reliability”.
Strategi tersebut berangkat dari besarnya potensi panas bumi di Indonesia yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Selama ini, geothermal brine masih kerap dipandang sebagai fluida sisa dari proses pembangkitan listrik, padahal di dalamnya terdapat mineral yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Melalui inovasi tersebut, tim merumuskan strategi agar brine dapat diolah menjadi sumber daya dengan berbagai nilai tambah. Mereka mengusulkan ekstraksi mineral bernilai tinggi yang terkandung di dalamnya sekaligus merancang model bisnis dengan ekosistem yang menarik dan layak bagi investor atau bankable.

Untuk menunjang keandalan dan efisiensi operasional, inovasi tersebut turut mengintegrasikan penerapan sistem digital. Sistem ini dirancang untuk membantu memastikan proses pengelolaan dan pemanfaatan geothermal brine berjalan secara efektif dan dapat diandalkan.
Perpaduan latar belakang keilmuan anggota tim memungkinkan solusi tersebut dikaji secara komprehensif. Perspektif Teknik Pertambangan memperkuat analisis mengenai pengelolaan sumber daya dan tantangan industri energi, sedangkan bidang Sistem dan Teknologi Informasi mendukung pemanfaatan data serta teknologi digital secara efektif.
Berproses Bersama di Tengah Tantangan
Perjalanan Tim Tipex dalam mengembangkan strategi tersebut berlangsung selama lebih dari dua bulan. Persiapan dan riset mendalam dilakukan di tengah padatnya jadwal akademik, termasuk pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).
Kompetisi tersebut juga menuntut pemahaman yang kuat mengenai aspek teknis, industri, dan bisnis. Tim Tipex yang masih berada di tingkat dua harus bersaing dengan mayoritas peserta lain yang telah berada di tingkat tiga.
Perbedaan tingkat pengalaman tersebut justru menjadi motivasi bagi mereka untuk bertukar sudut pandang lintas disiplin. Kolaborasi tersebut membantu tim merumuskan solusi yang relevan, memiliki nilai pembeda, dan realistis untuk dilaksanakan.
“Kami belajar bahwa kompetisi ini mengajarkan kami untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan mencari akar masalah terlebih dahulu. Pelajaran paling berkesan adalah bahwa tim yang hebat bukan sekadar bekerja bersama, tetapi juga tumbuh dan menikmati proses bersama. There is a day we win, and there is a day we learn,” ujar Adelia.
Atas pencapaian tersebut, Tim Tipex menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing dan mentor yang telah memberikan arahan selama proses perancangan strategi. Mereka juga menekankan pentingnya memvalidasi asumsi menggunakan data serta tidak ragu untuk mengulang proses ketika solusi yang dirumuskan belum tepat.
Bagi Tim Tipex, kemenangan merupakan capaian yang membanggakan. Namun, pengalaman bertumbuh, menyelesaikan tantangan, dan berkolaborasi lintas disiplin menjadi bekal yang tidak kalah berharga bagi perjalanan akademik dan profesional mereka.

.jpg)

.jpg)



