Orasi Ilmiah Prof. Herman: Mewujudkan Film Tipis Berorientasi Terkontrol melalui EFA-PVD

Oleh Kayla Vajira Susanto - Mikrobiologi, 2023

Editor Muhammad Efriza Pandia

Prof. Dr.Eng. Herman, M.S. menyampaikan orasi ilmiahnya di Aula Barat ITB Kampus Ganesha, Sabtu (13/06/2026).

BANDUNG, itb.ac.id - Prof. Dr.Eng. Herman, M.S., Guru Besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB menyampaikan orasi ilmiahnya dalam Forum Guru Besar dengan judul “FILM TIPIS ORGANIK: Fabrikasi, Karakterisasi dan Aplikasinya”, di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, Sabtu (13/6/2026).

Prof. Herman membuka orasinya dengan penjelasan mengenai definisi film. Film adalah material dengan ketebalan sangat tipis yang diletakkan dalam suatu material. Film tipis dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari tetapi kerap tidak disadari, contohnya adalah pada kacamata. Ia memberikan contoh bahwa di tahun 1960-an, saat seseorang ingin berfoto, pada umumnya kacamata harus dilepas karena dapat menimbulkan pemantulan cahaya yang mengganggu hasil foto. Dengan melapisi kacamata dengan film tipis, sekarang orang berkacamata tidak perlu melepas kacamatanya untuk memperoleh hasil foto yang baik.

Ia menyebutkan bahwa cara fabrikasi akan menentukan bagaimana material film ini dapat diaplikasikan. Film tipis dapat mempengaruhi/mengubah sifat material yang dilapisinya, seperti kacamata yang memantulkan cahaya dapat dibuat menjadi kacamata anti refleksi. Pengalamannya saat studi di Jepang memberikan beliau pemahaman mengenai metode pembuatan film.

“Dari apa yang sudah saya pelajari dan kemudian saya lakukan risetnya dengan mahasiswa, maka terpikir untuk membuat metode yang baru, yang dapat menampung banyak kendala dalam fabrikasi,” katanya.

Material organik yang dipilih adalah Disperse Red 1, yang molekulnya memiliki satu ujung sebagai donor elektron dan ujung lainnya sebagai akseptor elektron sehingga elektron dapat mengalir melalui molekul ini. Struktur ini membuatnya berpotensi menjadi bahan nonlinear optik yang berperan dalam perkembangan teknologi fabrikasi.

Fokus riset yang dilakukan oleh Prof. Herman adalah mencoba mencari metode yang dapat mengatasi kendala pada metode-metode yang telah ada sebelumnya. Pada metode spin coating, diperoleh film tipis yang homogen tetapi molekulnya memiliki orientasi acak sehingga hasilnya kurang optimal. Berikutnya pada metode Langmuir-Blodgett (LB) yang menggunakan molekul amfifilik, yaitu molekul yang satu ujungnya mampu berinteraksi dengan air dan ujung lainnya tidak, molekul tersebut akan terorientasi berdasarkan kemampuan interaksinya dengan air saat disebar di permukaan air. Saat lapisan ditekan, dipadatkan, lalu ditarik, maka lapisan film dapat terbentuk. Namun, kendala metode ini adalah adanya kebutuhan air/cairan dalam proses fabrikasinya. Sementara itu, fabrikasi untuk optik dan elektronik di industri merupakan dry process yang tidak melibatkan cairan. Kemudian pada metode deposisi vakum (PVD) yang tidak memerlukan air, kontrolnya justru kurang optimal sehingga molekul organik mudah rusak.

Di Indonesia, Prof. Herman telah mengembangkan metode EFA-PVD (Electric Field Assisted Physical Vapor Deposition), yang pada aplikasinya ditambahkan medan yang dapat mengorientasikan molekul Disperse Red 1 sehingga molekul ini dapat menempel di substratnya. Prinsipnya adalah molekul diuapkan dalam vakum dan diarahkan dengan medan listrik eksternal sehingga orientasinya terkontrol.

Berdasarkan hasil penelitian Prof. Herman, dari metode EFA-PVD berhasil dibuat film tipis yang ikatan molekulnya stabil dan setara dengan metode Langmuir-Blodgett tetapi tanpa perlu menggunakan air. Oleh karena itu, film tipis yang dibuat menggunakan metode ini berpotensi dapat diaplikasikan di berbagai bidang, seperti sebagai lapisan anti refleksi untuk meningkatkan penyerapan cahaya dan lapisan upconversion untuk memperluas spektrum penyerapan pada solar cell, pengembangan perangkat optik mini, serta biosensor pendeteksi molekul biologis.

“Ke depannya, kalau kita masih terus mengembangkan, ini juga berpotensi membuat reputasi riset di Indonesia dikenal di kancah dunia,” ujar Prof. Herman di akhir orasi ilmiahnya.

#itb #fmipa itb #forum guru besar itb #orasi ilmiah #herman #film tipis organik #material organik #teknologi material #nanoteknologi #optik #elektronik #solar cell #sel surya #biosensor #lapisan anti refleksi #riset itb #inovasi riset #sains material