Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB Raih Prestasi lewat Inovasi Stimulasi Sumur di OGIP 2026
Oleh Ilham Rezy Saputra - Teknik Perminyakan, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
SEMARANG, itb.ac.id — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung menorehkan prestasi di bidang teknik perminyakan. Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Biro Jodoh berhasil meraih 2nd Runner Up pada Well Stimulation Competition OGIP 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jumat (25/4/2026).
Tim ini terdiri atas empat mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan ITB, yaitu Ibra Rabbani Dahlan, I Gusti Ngurah Wira Buana, Selisa Kristi Ardianti, dan Nania Putri Ramadhani.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung strategi selective hydraulic fracturing untuk meningkatkan produksi minyak pada kasus lapangan tua yang mengalami penurunan produksi dan peningkatan water cut. Melalui pendekatan berbasis analisis reservoir dan optimasi desain stimulasi sumur, tim berupaya meningkatkan recovery minyak secara lebih efektif sekaligus meminimalkan risiko produksi air berlebih pada mature waterflood reservoir.
Menurut tim, gagasan ini relevan dengan kondisi industri migas Indonesia yang masih banyak bergantung pada lapangan-lapangan tua. Strategi selective hydraulic fracturing dinilai dapat membantu mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting secara lebih efisien, sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional.
Dalam merancang solusi, tim mengintegrasikan analisis reservoir, desain stimulasi sumur, evaluasi operasional, hingga pertimbangan keekonomian. Mereka juga melakukan simulasi berbagai skenario stimulasi dan membandingkan risiko water breakthrough untuk menentukan desain yang paling optimal.
Tim menilai pendekatan ini masih memiliki potensi pengembangan lebih lanjut, terutama melalui optimasi desain fraktur, integrasi data reservoir yang lebih detail, serta evaluasi keekonomian yang lebih komprehensif. Konsep ini juga berpotensi diterapkan pada lapangan minyak tua di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa, seperti penurunan produksi dan tingginya water cut.
Di tengah kesibukan akademik masing-masing anggota, tim menjaga koordinasi melalui pembagian tugas yang jelas dan komunikasi rutin. Setiap anggota berfokus pada tanggung jawab masing-masing, mulai dari analisis reservoir, simulasi, hingga penyusunan presentasi.
Menurut mereka, kekompakan dan komunikasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan tim. Setiap anggota perlu saling mendukung, terbuka dalam berdiskusi, dan mampu menyatukan berbagai ide menjadi solusi yang utuh.
“Pelajaran paling berkesan dari kompetisi ini adalah pentingnya untuk terus mencoba dan tidak takut gagal melalui proses trial and error. Setiap tantangan dan usaha yang dilalui bersama menjadi bagian dari proses berkembang serta progres yang membawa tim hingga berada di titik ini,” ujar Ibra Rabbani Dahlan.
Ke depan, tim berharap dapat terus meningkatkan prestasi, baik dalam bidang yang sama maupun cabang kompetisi lainnya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITB mampu menghadirkan solusi teknis yang relevan dengan tantangan industri energi, khususnya dalam optimalisasi lapangan migas tua di Indonesia.

.jpg)

.jpg)




