Mahasiswa Teknik Geologi ITB Raih Prestasi Nasional melalui Riset Unsur Tanah Jarang di Bangka

Oleh Indah Marcelinawati - Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Mahasiswa Teknik Geologi ITB Raih Juara pada GEODEFEST 2026 melalui Riset Unsur Tanah Jarang di Bangka, Yogyakarta (06/06/2026). (Dok. Wenny Yusvicka)

BANDUNG, itb.ac.id — Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), A. Zaky Aditya dan Wenny Yusvicka, meraih juara 2 kategori Paper and Poster Competition dalam ajang Geology of Ore Deposits Festival (Geodefest) 2026. Prestasi tersebut diraih melalui penelitian mengenai distribusi unsur tanah jarang atau Rare Earth Elements (REE) pada sistem hidrotermal dan aluvial granit di Pulau Bangka.

Penelitian tersebut berupaya memperkuat pemahaman mengenai pola pengayaan dan distribusi unsur tanah jarang di Bangka, yang berpotensi mendukung pengembangan sumber daya mineral untuk transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan data primer hasil pemetaan serta pengambilan sampel langsung di lapangan, tim menyusun model geologi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan penelitian geologi ekonomi dan eksplorasi mineral strategis di Indonesia.

Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi mahasiswa ITB dalam menghasilkan penelitian berbasis lapangan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Unsur tanah jarang merupakan salah satu sumber daya penting dalam pengembangan berbagai teknologi, termasuk teknologi energi bersih, sehingga peningkatan pengetahuan mengenai potensi dan karakteristik geologinya penting bagi pengelolaan sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.

Geodefest 2026 diselenggarakan oleh Student Chapter Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Pada tahun ini, kompetisi mengangkat tema “Rare Earth Elements: Essential Resources for Energy Transition and Sustainable Development Goals”.

Salah satu cabang yang diperlombakan adalah Paper and Poster Competition, yang menjadi ruang bagi para peserta mempresentasikan hasil penelitian mengenai unsur tanah jarang.

Menyusun Model Distribusi Unsur Tanah Jarang di Bangka

Dalam kompetisi tersebut, Zaky dan Wenny membawakan penelitian berjudul “Kontrol Geologi dan Geokimia terhadap Distribusi Unsur Tanah Jarang pada Sistem Hidrotermal dan Aluvial Granit Tipe-S Bangka”.

Penelitian itu berfokus pada analisis pola pengayaan unsur tanah jarang pada sistem hidrotermal di Bangka Tengah serta perbandingannya dengan sistem sekunder di wilayah Bangka Barat dan Bangka Selatan. Melalui penelitian tersebut, tim menyusun model geologi yang menjelaskan distribusi unsur tanah jarang pada lingkungan geologi tersebut.

Menurut Wenny, keputusan mengikuti kompetisi dilatarbelakangi oleh kesesuaian tema lomba dengan bidang riset yang telah mereka tekuni selama kurang lebih satu tahun. Dalam periode tersebut, keduanya aktif meneliti unsur tanah jarang untuk kebutuhan publikasi ilmiah, kompetisi, dan tugas akhir.

Kerja sama keduanya telah terjalin sejak 2025 melalui berbagai kegiatan penelitian dan kompetisi. Kolaborasi tersebut dimulai dari pengambilan data primer di Pulau Bangka hingga berbagai kegiatan akademik lain yang berkaitan dengan geologi ekonomi.

Pembagian peran dilakukan secara fleksibel berdasarkan keahlian masing-masing anggota. Zaky berfokus pada unsur tanah jarang dan geokimia granit Bangka, sedangkan Wenny mendalami sistem hidrotermal yang menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut.

Membagi Fokus antara Kompetisi dan Tugas Akhir

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah pengelolaan waktu. Pelaksanaan kompetisi berlangsung bersamaan dengan pengerjaan tugas akhir. Keduanya harus membagi fokus antara penyelesaian tugas akademik dan persiapan lomba.

Tantangan tersebut dapat diatasi melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas secara adaptif, dan dukungan antaranggota tim.

Presentasi Mahasiswa Teknik Geologi ITB pada Geodefest 2026 melalui Riset Unsur Tanah Jarang di Bangka, Yogyakarta (06/06/2026). (Dok. Wenny Yusvicka)

Data Primer Menjadi Keunggulan Penelitian

Keunggulan utama penelitian tim ITB terletak pada penggunaan data primer hasil pemetaan dan pengambilan sampel secara langsung di lapangan. Data tersebut diperoleh melalui penelitian di wilayah Bangka Tengah sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan dengan sebagian besar peserta lain yang mengandalkan data sekunder.

“Juri mengapresiasi penggunaan data primer yang kami miliki. Selain itu, teknik presentasi yang kami bawakan juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian positif dari dewan juri,” ujar Wenny.

Keberhasilan tim tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dalam pelaksanaan penelitian, mereka mendapatkan supervisi dari dosen pembimbing tugas akhir, yakni Dr. Idham Andri Kurniawan, S.T., M.T. dan Astin Nurdiana, S.T., M.Sc., Ph.D.

Tim juga memperoleh dukungan dari para geolog PT Timah Tbk serta pendanaan penelitian melalui program MGEI Student Research Funding 2025.

Dorong Mahasiswa Konsisten Mendalami Bidang Riset

Zaky dan Wenny berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mengikuti berbagai kompetisi meskipun belum langsung memperoleh hasil terbaik. Menurut mereka, pengalaman mengikuti kompetisi sejak awal perkuliahan memberikan banyak pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan riset, komunikasi, dan kerja sama tim.

“Jangan takut untuk mendalami topik yang spesifik dan sesuai minat. Kami sendiri sudah menekuni riset tentang timah dan unsur tanah jarang selama kurang lebih satu tahun. Fokus pada bidang tertentu membantu kami membangun pemahaman yang lebih mendalam sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang kami lakukan,” tutur Wenny.

#itb #teknik geologi itb #prestasi mahasiswa itb #prestasi nasional #unsur tanah jarang #rare earth elements #riset geologi #transisi energi #pembangunan berkelanjutan #inovasi mahasiswa #sdg 4 #quality education #sdg 7 #affordable and clean energy #sdg 9 #industry innovation and infrastructure #sdg 12 #responsible consumption and production #sdg 13 #climate action #sdg 17 #partnerships for the goals