ITB Perkuat Kapasitas Karang Taruna Desa Pasirlangu melalui Pelatihan Kewirausahaan dan Pendampingan Psikososial

Oleh Muhammad Efriza Pandia

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id - Tim Kesehatan, Pendidikan, dan Psikososial Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kealumnian (DPMK) ITB menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi Karang Taruna Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan pascabencana longsor yang terjadi di wilayah tersebut pada awal 2026.

Mengusung tema Pendidikan Aplikatif Penunjang Pembelajaran dan Pemulihan Ekonomi untuk Siswa Sekolah dan Pemuda Desa Pasirlangu, kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Karang Taruna yang terdampak bencana. Program dirancang untuk mendukung pemulihan masyarakat melalui penguatan keterampilan, peningkatan kapasitas ekonomi, serta pendampingan psikososial.

Pada bidang pemberdayaan ekonomi, peserta memperoleh pelatihan pembuatan sabun cair, pestisida nabati, dan pengenalan digital marketing. Materi disampaikan oleh Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si., dosen Kelompok Keahlian Kimia Analitik FMIPA ITB, bersama tim mahasiswa.

Salah satu materi yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta adalah pelatihan pembuatan sabun cair berbasis pengetahuan kimia. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada proses sederhana pembuatan sabun dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, salah satunya surfaktan Sodium Lauryl Ether Sulfate (SLES) atau yang dikenal dengan nama dagang texapon. Bahan ini umum digunakan dalam produk pembersih karena mampu menghasilkan busa dan memiliki daya bersih yang baik.


Selain praktik pembuatan, peserta juga diajak memahami pentingnya pengujian kualitas produk, seperti tingkat keasaman (pH), serta teknik pengemasan agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sementara itu, pada sesi pembuatan pestisida nabati, peserta dikenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti kulit bawang, daun tomat, daun cabai, dan bawang putih. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif ramah lingkungan bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani sekaligus membantu meningkatkan produktivitas hasil perkebunan.

Untuk memperkuat pemasaran hasil produksi desa, peserta juga mendapatkan pelatihan digital marketing. Karang Taruna dibekali pemahaman mengenai penyusunan katalog produk, penulisan deskripsi yang menarik, teknik pengemasan, fotografi produk, hingga pemanfaatan website dan marketplace sebagai sarana pemasaran komoditas lokal, seperti paprika dan tanaman hias yang menjadi potensi unggulan Desa Pasirlangu.

Selain aspek ekonomi, tim ITB turut memberikan pendampingan psikososial yang dipandu oleh Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn., dosen Kelompok Keahlian Estetika dan Ilmu-ilmu Seni FSRD ITB. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan photo therapy dan art as therapy untuk membantu peserta mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi setelah mengalami bencana.

Sesi diawali dengan relaksasi, kemudian peserta diajak memilih foto sebagai media refleksi untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas kreatif, seperti melukis, membuat boneka, dan membuat bros. Melalui proses berkarya, peserta didorong membangun kembali rasa percaya diri, ketenangan, serta optimisme dalam menghadapi masa pemulihan.

Produk-produk yang dihasilkan selama kegiatan juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sehingga mendukung proses pemulihan masyarakat secara berkelanjutan.


Berdasarkan hasil evaluasi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ketua Karang Taruna Desa Pasirlangu, Tatan, mengapresiasi inisiatif ITB yang dinilai tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarpemuda desa setelah bencana.

"Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami dalam mengembangkan potensi desa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Tim DPMK ITB juga menyelenggarakan layanan kesehatan bagi masyarakat Desa Pasirlangu bekerja sama dengan UPT Layanan Kesehatan ITB dan puskesmas setempat. Program ini turut didukung oleh Laboratorium Kimia Analitik FMIPA ITB serta Tim Satuan Tugas Bencana HMK "AMISCA" ITB sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat secara menyeluruh pascabencana longsor.

#itb #fmipa itb #fsrd itb #pengabdian masyarakat #desa pasirlangu #bandung barat #digital marketing #inovasi untuk masyarakat