ITB Hadirkan Korea–Indonesia Innovation Collaboration (KIIC) pada Innovibes Vol. 1, Dorong Kolaborasi untuk Ekosistem Inovasi

Oleh Muhammad Efriza Pandia

Editor Muhammad Efriza Pandia


BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Innovibes 2026 Vol. 1 bertema "Kolaborasi Industri: Menjembatani Inovasi Kampus Menuju Transformasi Industri" sekaligus meresmikan Korea–Indonesia Innovation Collaboration (KIIC) pada Rabu–Kamis (1–2/7/2026) di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung. Kegiatan yang menjadi bagian dari Open House ITB Innovation Park ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, startup, investor, pemerintah, hingga mitra internasional untuk memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi hasil riset ITB.

Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan ITB serta pemangku kepentingan dari Indonesia dan Korea Selatan, di antaranya Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D.; Direktur PT Mediasi, Prihantono; Deputi Direktur Transfer Teknologi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Dr. Rofiq Iqbal, S.T., M.Eng.; Ministry Expert Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Riza Lesmana Wazdi, S.T., S.H., MBA; CEO Onnamu Corp., Lee Seokmi; CEO Woolim Industry Co., Ltd., Yoon Woo-jung; Center Director Gyeongbuk Content Business Support Center, Jeong Juho; CEO WIPCO Co., Ltd., Kim Cyro; CEO Textway, Yoo Seungmin; serta CEO Dongmin Co., Ltd., Lee Hanlim.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ITB, PT Mediasi, Onnamu Corp., dan Dongmin Co., Ltd. Peresmian KIIC kemudian dilakukan secara simbolis melalui pertunjukan angklung bersama sebagai representasi persahabatan, harmoni, dan semangat kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan.

KIIC Perkuat Hilirisasi Riset dan Transfer Teknologi
Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., mengatakan bahwa peluncuran KIIC merupakan tonggak penting dalam mempererat kolaborasi strategis Indonesia dan Korea Selatan pada bidang riset, inovasi, transfer teknologi, serta pengembangan industri berbasis pengetahuan.

Menurutnya, ITB berkomitmen tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas tinggi, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi teknologi, produk, startup, maupun solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami percaya bahwa inovasi tumbuh lebih kuat melalui kolaborasi. Universitas, industri, pemerintah, investor, dan organisasi pendukung inovasi masing-masing memainkan peran penting dalam mengubah penelitian menjadi dampak nyata di dunia," ujarnya.

Melalui KIIC, beliau berharap dapat menghadirkan kolaborasi konkret di berbagai sektor strategis, seperti pangan dan pertanian, teknologi digital dan kecerdasan artifisial, industri kreatif, kosmetik, kesehatan, hingga manufaktur maju.

"Forum tersebut juga diharapkan memfasilitasi business matching, penelitian bersama, komersialisasi teknologi, pengembangan startup, pertukaran talenta, serta kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan," tuturnya.

Innovibes Jadi Platform Inovasi Terbuka
Rikrik menjelaskan bahwa Innovibes merupakan platform inovasi terbuka yang mempertemukan peneliti, startup, perusahaan berbasis teknologi, investor, pemerintah, dan masyarakat untuk mengeksplorasi hasil riset sekaligus peluang komersialisasinya.

Melalui penyelenggaraan Innovibes Vol. 1 dan peluncuran KIIC, ITB menegaskan komitmennya dalam memperkuat hilirisasi hasil riset, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta mendorong terbentuknya ekosistem inovasi yang mampu menghasilkan teknologi dan solusi berdampak bagi pembangunan nasional.

#innovibes #dkst #riset #inovasi #hilirisasi #sdg2 #zero hunger #sdg3 #good health and well being #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals