ITB dan CT Group Corporation Vietnam Jalin Kemitraan Strategis untuk Pengembangan Teknologi Masa Depan ASEAN

Oleh Muhammad Efriza Pandia

Editor Muhammad Efriza Pandia

BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan CT Group Corporation Vietnam resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal membangun kemitraan strategis di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan teknologi maju. Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang VIP, Gedung Rektorat ITB, pada Selasa (14/7/2026).

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen ITB dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri berteknologi tinggi di kawasan ASEAN. Melalui kerja sama tersebut, ITB dan CT Group akan menghubungkan kapasitas riset dan inovasi akademik dengan kebutuhan industri untuk menghasilkan solusi teknologi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara ITB dan CT Group membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia dan Vietnam, tetapi juga memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang semakin kompetitif dalam bidang teknologi.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan konsep Low-Altitude Economy (LAE) yang dipadukan dengan teknologi. Selain itu, terdapat peluang kolaborasi dalam pengembangan komponen teknologi seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, baterai, hingga ekosistem manufaktur yang mendukung kemandirian teknologi di kawasan.

"Indonesia memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, termasuk nikel, mangan, dan kobalt yang penting untuk pengembangan baterai generasi mendatang. Dengan menggabungkan kekuatan riset ITB dan pengalaman industri CT Group, kami berharap dapat mendorong lahirnya inovasi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing ASEAN," ujarnya.

Sementara itu, Chairman CT Group Corporation Vietnam, Tran Kim Chung, menilai ASEAN memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan perlu didukung oleh penguasaan teknologi yang kuat melalui kolaborasi lintas negara.

"Hampir sepertiga perekonomian dunia berada di kawasan ASEAN. Karena itu, kita perlu berjalan bersama untuk mengembangkan teknologi yang menjadi fondasi masa depan kawasan. Penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih mendalam, dimulai dari pengembangan Low-Altitude Economy dan berbagai teknologi strategis lainnya," katanya.


Melalui sinergi ini, kedua institusi sepakat membangun kerangka kerja sama yang mencakup berbagai bidang prioritas, antara lain UAV, Low-Altitude Economy (LAE), Artificial Intelligence (AI), digital twin, geospasial, computer vision, robotika, semikonduktor, teknologi karbon, energi terbarukan, serta pengembangan talenta dan pendidikan eksekutif.

Ruang lingkup kerja sama meliputi penelitian dan pengembangan bersama, penyusunan technology roadmap, studi kelayakan, pengujian dan validasi teknologi, pengembangan prototipe, alih teknologi dan lisensi, hingga pelaksanaan proyek percontohan. Selain itu, kedua pihak juga akan mendorong pengembangan laboratorium, innovation hub, inkubator bisnis, dan startup berbasis teknologi.

Di bidang pendidikan, kolaborasi mencakup penyelenggaraan pendidikan eksekutif, short course, sertifikasi profesi, kuliah tamu, lokakarya, serta konferensi internasional. Mahasiswa ITB juga berpeluang mengikuti program magang, tugas akhir berbasis industri, industrial exposure, hingga memperoleh kesempatan rekrutmen, beasiswa, maupun program sponsorship sesuai kebutuhan perusahaan.

Sebagai perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi teknologi maju dan inovasi industri, CT Group Corporation Vietnam berkontribusi melalui identifikasi kebutuhan industri, penyediaan akses ke ekosistem industri, fasilitas pengujian, mentor, dukungan pendanaan, serta peluang hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.

Kemitraan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai inovasi bersama yang mampu mempercepat pengembangan teknologi strategis, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta meningkatkan daya saing Indonesia dan ASEAN di tingkat global melalui sinergi antara dunia akademik dan industri.

#mou #itb #ct group vietnam #teknologi #sdg4 #quality education #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals